Tuesday, June 9, 2009

TRIBUTE TO 'ABAH'



Bismillahirrahmanirrahim...
kalimah mulia pembuka bicara, mengubat hati luka, merawat jiwa lara.

Alhamdulillah...
lafaz kesyukuran setinggi-tingginya buat Tuhan Semesta Alam, walau tak terzahir pada lisan, tetap bergema di ruang hati yang dalam. Selawat dan salam buat qudwah hasanah sepanjang zaman, Nabi Muhammad S.A.W, para Sahabat R.A, tabi'in, tabi' tabi'in. Doa kesejahteraan dipanjatkan buat para pejuang Islam yang sudah kembali kerahmatullah dan yang masih melata di bumi ALLAH ini.

Assalamu'alaikum W.B.T kawan-kawan, adik-adik Klang High School (KHS) moga anda semua dalam sihat-sihat sahaja dan terus bersemangat untuk mengejar cita dan cinta kerana ALLAH S.W.T.

09 JUN 2009...
Cepat sungguh masa berlalu, sedar tak sedar, sudah genap 2 tahun abah pergi meninggalkan kami adik beradik setelah emak pergi menyahut panggilan ILLAHI lebih kurang 5 tahun dan 3 bulan. SMS daripada abang pagi tadi mengingatkan aku perihal perkara ini. Tanpa aku sedari hujan di hatiku mula menitis membasahi lantai jiwa yang tandus gersang, merindu kasih sayang dua insan paling berjasa dalam hidupku ini.

Bukan suatu yang sukar bagiku mengimbau kembali kenangan bersama mereka, kerana tiap detik yang ku lalui bersama mereka pasti meninggalkan sisa-sisa memori bersamanya. Aku tak perna lupa pesan dan nasihatnya, kemarahan dan hambatannya, pujuk dan mesranya, belai dan kasih sayangnya kepadaku. Raut wajah yang semakin tua dihadapan mataku, mata yang sayu, tubuh yang semakin layu, semua telah mataku saksikan.

Abah...Insan ini adalah anak kelahiran Tanah Melayu kurnia ALLAH atas perkongsian hidup Abdul Jalal bin Mohd Said dan Siam binti Marjikun, dilahirkan pada Julai 1942 da diberi nama Hairuddin, merupakan anak keempat daripada tujuh adik beradik. Kisah perjalanan hidupnya menempuh kesukaran amat aku hayati, sejak kecil berkerja mengambil upah mengembala lembu dan kambing setelah pulang dari sekolah, tamat pada darjah tujuh dan mengambil keputusan berhenti belajar untuk berkerja menyokong kewangan keluarga. Yang paling sabar dalam segala hal berbanding abang-abangnya yang lain sehingga sanggup membanting tulang mengumpul dana untuk perkahwinan tiga adik-adiknya yang lain walaupun ketika itu dia belum berkahwin lagi. Mulianya hati Abah...

Abah, perih jerihmu membesarkan kami 6 beradik tidak pernah aku terbayang bagaimana suatu hari nanti untuk aku membalasnya, kala emak derita diambang ajal menanggung sengsara, kau setia di sisi menjadi sumber kekuatannya, aku hanya mampu terus menjalankan amanat yang kupikul, belajar menimba ilmu demi masa depan yang masih tak ku pasti. Saat emak pergi menghadap Rabbul Ghafur kau tampak tabah tanpa setitis pun airmata gugur, namun tuhan sahaja yang tahu betapa lebatnya hujan di hatimu yang luhur.

Kau merelakan kepergianku jauh dari sisi mu hanya kerana ingin melihat aku berjaya menggenggam segulung ijazah, namun raut wajahmu menggambarkan betapa jauh disudut hatimu tidak sanggup lagi berpisah. Namun tidak sempat aku buktikannya kau pergi juga menghadap Yang Maha Agung, luluh hancur jiwaku apabila satu-satu pancang yang mengukuh pasak kekuatanku kembali pada fitrah suratan yang tercoret pada lembar takdir. Ingin sahaja aku berundur dari sini tak menoleh lagi, tapi janji ALLAH itu pasti, yang patah akan tumbuh kembali dan yang hilang akan diganti dan kerana itu aku masih setia di sini. Abah, dengan izin-Nya akan kukotakan harapanmu.

Doa dan tahlil kupanjatkan agar kau tenang di Barzakh sana...Selamat Hari Bapa hanya untukmu Abah, aku mengerti hidup tak selalunya indah, langit pula tak selalu cerah, Ya Allah, kau berikanlah aku kesabaran jiwa, kurniakanlah aku ketabahan hati, hadiahkanlah aku keteguhan iman, supaya aku tak rapuh dipukul ribut amarah, tak luruh dihentam badai nafsu, tak runtuh di terjah musuh abadi. Jadikan ia penguat segala sendi untuk aku BERJALAN, penyuluh jalan supaya aku dapat MELIHAT, dan sebagai lantera yang menerang jiwa dan minda untuk aku MENTAFSIR....

SEVEN MISCONCEPTION ABOUT INSURANCE AND TAKAFUL

Seven Misconceptions About Insurance and Takaful

What you should know...

Misconception no 1:
Risk Protection (insurance) is against Tawakkul - total dependence upon Allah (swt).
No human actions change the Will of Allah (swt) for our destiny. Whether a person has insurance/Takaful or not has no effect on future events. However, we are instructed to take precautions and then fully trust and depend upon Almighty Allah (swt): in Hadith narrated by Anas bin Malik when an Arab Bedouin asked Prophet Muhmmad (PBUH), "Shall I leave my camel untied and seek Allah's protection on it, or should I tie it?" The Holy Prophet replied, "Tie your camel and then depend upon Allah (swt)." {as quoted by Sunan Al Tarmizi, 1981,}.

Misconception No. 2:
All Risk Protection (insurance) is Haram-prohibited
Fiqh Council of World Muslim League (1398/1978) resolution and Fiqh Council of Organization of Islamic Conference (1405/1985) in Jeddah resolved that, "..conventional insurance as presently practiced is Haram." And that, "..cooperative insurance (Takaful) is permissible and fully consistent with Shariah principles." Hence, conventional insurance is prohibited for Muslims because it contains elements of Riba, Al Maisir, and Al Gharar. By contrast, Takaful provides risk protection in accordance with Sharia using principles of Ta'awun (mutual assistance), brotherhood, piety and ethical operations.


Misconception No. 3:
All Insurance is a form of Gambling of Wagering, which is forbidden in Islam
Risk or uncertainty can be divided into: Pure Risk and Speculative Risk. Pure Risk involves the possibility of Loss or No Loss. For example, damage to property due to fire. Pure Risks are the subject of insurance risk protection and Takaful. On the other hand, Speculative Risks involves the possibility of Loss, No Loss or Gain. For example, venturing into a new business, or gambling on horse race. Speculative Risks that include a potential gain or profit cannot be insured.


Takaful schemes use the principle of indemnification to compensate for the loss that occurs to a Takaful Participant. Takaful insures only Pure Risks and claims pay in the event of Loss to cover repairs, damage, replacement of property, or an agreed fixed sum. In Takaful Taawuni (assurance), the compensation equals each participant's accumulated savings plus investment profit added to a sum covered taken from the Takaful general pool.

Misconception No. 4:
All Insurance seeks to maximize profits which takes benefits away from policyholders
Most conventional insurance companies are stock companies that seek to maximize profits. Since the interests of shareholders conflicts with policyholders, by raising prices, denying claims, etc. these insurers can boost profits for shareholders. Takaful operators, by contrast, are mutual or cooperative entities. The goal of Takaful is community well-being and self-sustaining operations - not high profits. Under the Takaful Mudarabah Model, surplus (or "profits") is shared fairly between shareholders and policyholders. Under the Takaful Wakalah Model, surplus is owned by the policyholders and may be reduced by a performance fee incentive for the operator before distribution to the policyholders.


Misconception No. 5:
All Takaful operators are the Same
Alhumdilallah , in Islam there is unity in diversity. Over the centuries, several Takaful Models have evolved which are approved by Islamic scholars. While they all share the fundamental goals of cooperative risk sharing, these models differ slightly in legal structure and organizational operations. Takaful Models usually are described by the Islamic contracts used; namely Hebbah or 100% Tabarru (Sudan), or al Mudarabah {Bahrain/Malaysia}, or Al Wakalah {Saudi Arabia}.


Misconception No. 6:
Insurance shemes are a modern day invention
Actually, social arrangements for pooling of risks existed may centuries ago. The Takaful system evolved from ancient methods of risk protection in Arabia 14 centuries ago called : (a) daman Khtr-altariq-surety for traders; (b) a'qila - payment to family of murdered victim by accused relatives (c) hilf - confederation for mutual assistance. The year 1706 marked the emergence in United Kingdom of the first "perpetual assurance scheme". The first insurance company in America (1740s) founded by Ben Franklin was a merchant's cooperative. However, in modern times many of these old cooperatives have "demutualized" and converted into stock companies to pursue higher profits.


Misconception No. 7:
"I don't need Insurance/Takaful."
A Takaful scheme gives us an opportunity to practice the virtues of Islam, including self-purification. Surah Al Maidah (V.2) says: "Help one another in furthering virtue and Taqwa (God-consciousness), and do not help one another in evil and transgression." In Hadith by Ahmad and Abu Daud: "Whosoever fulfils the intention of his brother, Allah will fulfil his intentions." And "Always help those who helps his brother."


The first Constitution in Medinah (622 CE) arranged by Prophet Muhammad (PBUH) contained three aspects directly related to risk protection: social insurance for the Jews, Ansar and Christians; Article 3 concerning 'wergild' or 'blood money' and provision for Fidyah (ransom) and Aqila. We should follow his example to meet our needs and social obligations.

A Takaful scheme provides us the self-discipline for savings and the habits of sound financial planning to take care of ourselves and the needs of our children and families. Hadith by Sahih Al-Bukhari, as narrated by Amir bin Saad bin Abi Waqqas, describes Prophet Muhammad (PBUH) as saying: "verily, it is better for you to leave your offspring (heirs) wealthy than to leave them poor asking others for help" and "..The one who looks after and works for a widow and for a poor person is like a warrior fighting for Allah's cause.." Also, from Sahih Muslim Hadith No. 59, as narrated by Abu Huraira, has the Holy Prophet (PBUH) saying: "Whosoever removes a wordly hardship from a believer, Allah (swt) will remove from him one of the hardships of the day of Judgment."

Takaful operations can provide an effective method to accumulate the savings of individuals for the collective good of the community. In many Muslim communities lacking capital resources, a Takaful can become an engine for economic growth and development by channeling its funds into Sharia approved investments sponsored by the local business community.

p/s: Fowarded from http://takaful-islamic-insurance-malaysia.blogspot.com written by Dr. Omar Clark; Senior Advisor - Strategic Mergers & Acquistitions Unicorn Investment Bank.

Monday, June 8, 2009

NESTLE: BOIKOT BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN BERSTRATEGI

boikot-nestle-sahabat-israelIzinkan saya membawa anda semua kembali ke sekitar 100 tahun yang lalu.

Nestle memulakan dinastinya di Malaysia seawal tahun 1912 di Pulau Pinang yang dikenali sebagai Anglo-Swiss Condensed Milk Company. Ini bermakna 97 tahun, iaitu hampir 100 tahun Nestle berada di Malaysia. Saya yakin anda yang sedang membaca artikel ini belum dilahirkan lagi ketika itu, dan kemungkinan juga tidak ada upaya untuk hidup sehingga 100 tahun.

Nestle telah meletakkan batu asas empayarnya di sini jauh sebelum perkataan Malaysia itu dapat dieja.

Ini juga bermakna produk Nestle telah pun disuapkan ke mulut rakyat Islam Malaysia sejak zaman nenek moyang kita lagi. Ia masih lagi disuapkan ke mulut kita yang masih hidup pada hari ini, mungkin juga ke mulut anak-anak kita yang akan menjadi generasi baru pada masa hadapan.

Malangnya setiap suapan itu akhirnya diterjemahkan oleh Nestle sebagai peluru yang digunakan untuk menembak dada saudara kita di Palestin. Dan ini berlaku hampir setiap hari di Palestin, sedang kita begitu enak dan santai sekali menikmati Nescafe untuk minuman pagi dan Milo pada malamnya.

Ada pula yang menikmati minuman Neslo, iaitu gabungan Nescafe dan Milo dalam satu gelas dimana kedua-duanya juga adalah produk Nestle. Gandingan dua produk ini barangkali memberi kepuasan berganda-ganda kepada peminumnya, dimana setiap tegukan itu serentak dengan bedilan berganda-ganda juga ke atas bumi Palestin oleh Yahudi Laknatullah.


Percaya atau tidak, kini kita di Malaysia sudah ada alternatif lain bagi menggantikan Nescafe dan Milo, mari saya perkenalkan dua produk alternatif hasil keluaran bumiputera Islam.


Yang pertamanya sebagai ganti Nescafe dan alternatif bagi penggemar kopi lebih-lebih lagi buat minah dan mamat Muslim yang suka minum di starbuck cafe adalah kopi Habbatussauda keluaran Al-Wafi.


Maksud Hadith:::


“Tetaplah kamu dengan Al-Habbatus sauda ini, kerana sesungguhnya padanya terdapat ubat bagi segala penyakit kecuali As-sam ( maut) Riwayat Al-Bukhari.


Apakah Habbatus Sauda??


Habbatus Sauda adalah herba perubatan yang telah digunakan sejak 3000 tahun dahulu. Ia juga dikenali sebagai Black Seed, Black Cummin dan juga Nigella Sativa.

Minuman kesihatan Habbatus Sauda ini boleh menambah kecergasan Mental dan Fizikal. Ia tidak mengandungi Kafein. Anda boleh membancuhnya mengikut selera anda sendiri. InsyaAllah ia dapat memulih, mencegah dan mematikan penyakit yang sedia ada.


Ramuan::::

Nigella Sativa, Gula dan Madu Lebah Asli


Keistimewaannya Habbatus Sauda

1. Membantu Menguatkan sistem ketahanan badan
2. Membantu melawan dan menghancurkan sel-sel kanser dan tumor.
3. Membantu membunuh cacing parasit jika dimakan sebelum makan.
4. Membantu menhilangkan kesesakan nafas serta melancarkan pernafasan.
5. Melancarkan Haid serta pembuangan air.
6. Membantu membuang angin dalam badan serta membantu merawat kusta.


Habbatus Sauda juga dapat ::

Menambah nilai pemakanan serta meningkatkan sistem ketahanan badan. Anti Histamin, anti Tumor, anti Bakteria dan anti radang (Anti-Inflammation) Mengalakkan pengeluaran susu bagi ibu yang menyusukan anak. Dan lain-lain lagi.


Yang seterusnya merupakan pengganti kepada Milo, iaitu Liqo.


Minuman berasaskan coklat menampilkan Liqo sebagai alternatif kepada minuman coklat lain justeru ia adalah 100 % produk muslim . Pastinya dijamin bersih , suci dan halal .


Kebanyakkan minuman berasaskan coklat yang berada dipasaran , samaada tidak mempunyai jaminan halal atau pun ia termasuk dalam senarai barangan yang diboikot terutamanya nestle kerana memulangkan keuntungan kepada Yahudi Alaihi laknatullah .

Bagi penggemar Neslo, boleh mencuba gabungan dua minuman alternatif yang kaya dengan faedah kesihatan disamping merasai kelainannya. Selain itu dapat menghindarkan kita daripada sebarang subahat dengan Israel laknatullah.

Kami di Aslam Niaga, Kingfisher Sabah amat berbesar hati untuk berkerjasama dengan pengedar-pengedar di seluruh sabah. Dua produk di atas hanyalah antara produk yang kami tawarkan, selain itu terdapat juga produk Halagel seperti Ubat gigi herba dan garambukit Halagel, Halagel Garam Bukit regular dan premium, Halagel kopi go-G dan banyak lagi, juga produk kebersihan diri Taharah seperti sabun Taharah, Exfoliating Foam dan Body Scrub juga garam campuran serta debu tayammum. Terdapat juga produk-produk lain lain seperti c-pintrass, kopi habbatussauda dan kismis minda al-wafi, minuman berkarbonat Zam-Zam Cola dan air mineral Tasnim Gau serta air Zam-Zam tidak ketinggalan buku-buku agama.

Jadi tunggu apa lagi para pengedar dan peruncit Sabah? capai kami di:

Aslam Niaga
Lot 30-0, Block D,
Riverside Plaza, Kingfisher Park,
88450 Kota Kinabalu, Sabah.


Tel/Faks : 088-384 909
SMS : 013-850 2097
Email : aslam_niaga@yahoo.com
Web : hubhalalsabah.blogspot.com
aslamniaga.mariniaga.com

p/s: olahan semua daripada artikel EMPAYAR NESTLE dalam koleksi artikel hangat http://isuhagat.blogspot.com/

Saturday, June 6, 2009

PALESTIN: DI MANA TANDA SETIA SAUDARA?










UPDATE 'sikit'

Bismillahirrahmanirrahim...
kalimah mulia pembuka bicara, mengubat hati luka, merawat jiwa lara.
Alhamdulillah... lafaz kesyukuran setinggi-tingginya buat Tuhan Semesta Alam, walau tak terzahir pada lisan, tetap bergema di ruang hati yang dalam. Selawat dan salam buat qudwah hasanah sepanjang zaman, Nabi Muhammad S.A.W, para Sahabat R.A, tabi'in, tabi' tabi'in. Doa kesejahteraan dipanjatkan buat para pejuang Islam yang sudah kembali kerahmatullah dan yang masih melata di bumi ALLAH ini.

Assalamu'alaikum W.B.T kawan-kawan, adik-adik Klang High School (KHS) moga anda semua dalam sihat-sihat sahaja dan terus bersemangat untuk mengejar cita dan cinta kerana ALLAH S.W.T. Minta maaf lama sudah tak update blog ni, rasa rindu pula nak berkongsi cerita. mana nak mula ya....



Peperiksaan akhir semester dah pun tamat lebih sebulan(06/05/09), alhamdulillah dipermudahkan ALLAH dalam menjawab setiap soalan yang diajukan. Beberapa hari kemudian(13/05/09), selepas teman-teman kampus pulang ke kampung halaman masing-masing, aku kembali ke semenanjung melepas rindu pada adik beradik, anak saudara dan teman-teman Soutul Mukminin KHS. Nampaknya anak saudara aku Muqry dah jatuh ranking setelah Mukhlis kelihatan lebih comel dan lebih mencuit hatiku. Tak lama di semenanjung, 3 hari sahaja tuan-tuan... (16/05/09)Pulang ke Labuan dengan semangat baru.


(18/05/09) Bermulalah internship trainingku di Aslam Niaga, Kingfisher. Disini banyak mengajarku ilmu perniagaan dan keusahawanan. Syarikat Aslam Niaga ini ditubuhkan atas dasar memenuhi keperluan umat Islam di seluruh Sabah, memandangkan kesukaran sebelum ini untuk memperoleh barangan yang benar-benar halal mengikut syarak. Syarikat Aslam Niaga ini dimiliki sepenuhnya oleh usahawan bumiputera yang mempunya kesedaran yang tinggi terhadap keperluan umat Islam di Sabah Khususnya. ia mula ditubuhkan pada tahun 2004.


Disamping itu dapat berkenal-kenalan dengan bro-bro yang sporting and friendly, Bro Nasirin, Bro KY, Bro Salman, Bro Umar, Bro Nizam, Bro Makbil, Bro Murtadha dan ramai lagi. setiap hari rasa terisi dengan mereka, Alhamdulillah aku dipertemukan dengan mereka. Sentiasa menasihati dan seringkali gurau-gurau manfaat...huhuhu.

Sampai di sini sahaja buat masa ini, sebarang pengalaman sepanjang internship training akan disimpulkan dalam posting 30/07/09 nanti. Aku akan terus BERJALAN di lorong kehidupan, MELIHAT dan belajar sebanyak-banyaknya serta MENTAFSIR dan mencerna untuk diimplementasikan demi kabajikan amal kerana-Nya.